Tentang Puslitbang Kebencanaan UNHAS

Setelah sekian lama digagas oleh beberapa peneliti yg konsen terhadap bencana, pada tanggal 3 Oktober 2018 akhirnya resmi dibentuk Pusat Studi Kebencanaan UNHAS.

Alasan utama dibentukanya pusat studi ini adalah kondisi negara Indonesia yang memang secara geologi berada diwilayah dengan kompleksitas kondisi geologi dimana kepulauan Indonesia terletak diantara interaksi tiga lempeng besar penyusun bumi.

Interaksi inilah yang kemudian bertanggungjawab menimbulkan gempa, tsunami, gunungapi dan tanah longsor baik dalam skala kecil sampai dengan besar. Dampak bencana alam ini tidak hanya dilihat dari segi kerugian ekonomi yang cukup besar, tetapi juga dari sisi sosial budaya sampai dengan kesehatan.

Besarnya dampak dari bencana alam tersebut harus segera diatasi dengan membentuk suatu sistem kesiagaan menghadapi bencana alam yang komprehensif dari hulu sampai dengan hilir.

Bencana alam dinegara kita selalu akan terjadi dan sifatnya given. Hal yang perlu dipersiapkan adalah bagiamana mengurangi kerentanan dan bagaimana meningkatkan kapasitas masyarakat (people awareness).

Datangnya bencana alam seperti gempa, tsunami, longsor dan gunungapi secara pasti tidak bisa diprediksi waktunya, namun dengan perangkat iptek dan sumberdaya manusia yang ada kita mampu untuk memetakan lokasi-lokasi dimana bencana tersebut akan terjadi dan besar potensi bencana tersebut.

Pusat studi kebencanaan di UNHAS ini akan menjadi salah satu lembaga yang fokus terhadap penelitian, kajian dan studi tentang kebencanaan dari hulu sampai hilir.

Penelitian dan kajian akan difokuskan di daerah daerah yang rawan bencana untuk kemudian memberikan laporan mengenai potensi kebencanaan tersebut kepada stakeholder, terutama pemerintah dan masyarakat. Selain itu lembaga ini juga akan

Terlibat dalam penelitian pasca bencana dengan melakukan penelitian tentang dampak bencana secara sosial, budaya dan kesehatan.

Lembaga ini nantinya akan bekerjasama dengan lembaga baik ditingkat nasional maupun internasional untuk bersinergi menghasilkan konsep pengelolaan bencana yang lebih terencana dan sistematis untuk kemaslahatan manusia.

Saat ini lembaga ini telah melakukan kerjasama dengan National Taiwan University, Hokkaido University dan Ehime University, Jepang dan Australian National University

Untuk melakukan penelitian tentang tektonik Sulawesi dan bencana gempa di Sulawesi. Kerjasama dengan institusi nasional seperti LIPI, BNBP dan BPPT juga telah dijajaki.

Program utama yg akan dilakukan adalah :

  1. Bagaimana mengurangi kerentanan bencana dgn cara melakukan penelitian, pemetaan dan pemanfaatan iptek sebagai upaya mitigasi pada pra, saat dan pasca bencana sehingga resiko bisa diminimalkan.
  2. Bagaimana meningkatkan people awareness dan kapasitas pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi bencana. Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama utk meningkatkan people awareness sehingga sebesar apapun bencana yg terjadi, resiko bencana bisa diminimalisir. Hal ini dilakukan dgn melakukan edukasi dan sosialisasi ttg kebencanaan disemua level.

Semoga Pusat studi ini bisa berkontribusi utk mengurangi resiko dan dampak bencana alam yang ada di Indonesia. Dukungan dari semua pihak sangat dibutuhkan untuk bersinergi karena sesungguhnya menghadapi bencana adalah tanggungjawab kita semua.

Mari bersama menuju Negara Siaga Bencana demi kemaslahatan bersama.

Kepala Pusat Studi Kebencanaan UNHAS

Prof. Dr.Eng.Ir. Adi Maulana, ST. M.Phil.